Hello Readers,
Bayangkan seperti ini: kamu sudah merencanakan liburan
keluarga dari tahun lalu. Tiket pesawat sudah dibeli saat harga masih ramah di
kantong, hotel sudah di-booking, itinerary sudah rapi di Notes HP. Hanya tinggal
menunggu hari-H sambil senyum-senyum bahagia.
Terus, saat mendekati Juni... rupiah malah ambruk.
Bukan cerita fiksi, ini beneran kejadian. Nilai tukar rupiah
tembus Rp17.907 per dolar AS pada akhir Juni 2026. Bagi keluarga yang sudah
kadung beli tiket jauh-jauh hari, ini jadi momen yang bikin dahi berkerut: tiket
tidak mungkin direfund atau dibatalin begitu saja kan.
Sumber: Kontan.co.id (30 Juni 2026)
Masalahnya, pelemahan rupiah ini bukan hanya sekedar naik
turunnya angka. Efeknya sampai ke dompet liburan beneran. Komponen seperti
hotel, avtur, sampai aktivitas wisata yang ada unsur biaya dolarnya otomatis
ikut naik. Jadi meski tiket pesawat udah aman di tangan, pos-pos lain dalam
rencana liburan seperti hotel, sewa mobil dan tiket masuk destinasi, bisa
tiba-tiba melebihi dari budget awal.
Dampaknya terlihat jelas di data perjalanan liburan. Dilansir
dari portal Bisnis.com, perjalanan
warga Indonesia ke luar negeri pada Mei 2026 tercatat sebanyak 550.382
perjalanan. Turun 14,49% dibanding April, karena adanya kenaikan harga tiket
pesawat akibat harga avtur naik dan rupiah yang melempem. Banyak yang
akhirnya berfikir ulang, menunda, atau bahkan batal berangkat ke luar negeri.
Bagi yang sudah kadung punya tiket dan tetap memutuskan untuk
jalan pun, mau tidak mau harus berusaha menyesuaikan gaya liburan dengan
kondisi keuangan terkini. Karena tiket yang sudah dibeli tidak bisa ditarik kembali,
tapi berangkat saat harga segalanya sedang mahal juga cukup beresiko apabila
tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Agar perjalanan liburan bisa tetap dijalankan dan keuangan
keluarga tetap aman setelah pulang dari liburan, maka rencana liburan perlu dirombak
supaya tetap bisa masuk budget liburan. Beberapa penyesuaian yang umum
dilakukan keluarga di Indonesia:
- Potong
komponen yang masih bisa dinego. Hotel dan aktivitas wisata di
destinasi biasanya lebih fleksibel untuk diganti atau dicari alternatif yang
lebih murah, dibanding tiket pesawat yang sudah terlanjur dibeli.
- Geser
dari paket wisata ke jalan-jalan mandiri. Booking hotel dan
transportasi sendiri biasanya lebih hemat ketimbang paket komplit dari
agen travel. Memang membutuhkan persiapan riset mandiri untuk merencakanan
rute dan transportasi antar destinasi, namun hal ini bisa memangkas cukup
banyak biaya di perjalanan.
- Alihkan
sebagian rencana ke destinasi domestik, yang biayanya nggak ikut
terseret fluktuasi kurs dolar.
- Manfaatkan
promo hotel dan diskon musiman yang biasanya makin gencar justru saat
kondisi ekonomi lagi menantang, karena pelaku usaha pariwisata juga
berusaha menjaga kunjungan tetap ramai.

No comments:
Post a Comment