Hello Readers,
Beberapa minggu belakangan ini aku jadi semakin sering membuat
catatan kecil di handphone untuk ide menulis. Saking banyaknya hal yang bermunculan
dan ingin dibahas di blog. Mulai dari urusan anak yang mulai remaja, urusan tugas
dan deadline yang berkejaran. Sampai urusan bertetangga. Rasanya jadi Ibu-ibu
itu urusannya tidak ada habisnya ya.
Sesekali mencoba bersantai dengan melihat-lihat postingan di
sosial media. Tapi seringnya justru membuat pikiran semakin ruwet, melihat
segala gebrakan dan ke-asbun-an para pejabat yang semakin hari semakin
bertambah. . Kalau ini sepertinya bukan masalah Ibu-ibu ya. Tapi masalah semua
WNI.
Nah, saking numpuknya catatan-catatan kecil itu, jadi kepikiran
juga untuk coba refleksi sendiri untuk memperbaiki rutinitas menulisku. Karena sampai
saat ini, banyak sekali catatan yang akhirnya hanya berakhir sebagai catatan
saja. Ada beberapa topik yang urung dibahas, karena belum sempat tertulis di
blog, tapi momen untuk membahasnya sudah terlewat.
Padahal kalau dipikir-pikir lagi, sumber idenya sendiri
sebenarnya tidak pernah kurang. Justru menurutku, masalahnya bukan di kehabisan
bahan, tapi lebih ke bagaimana caranya supaya apa yang sudah menumpuk di
catatan itu, tidak berhenti cuma jadi catatan. Salah satu sumber ide yang
paling sering muncul, ya dari ikut komunitas-komunitas sesuai minatku. Dari
situ, aku jadi banyak ketemu orang-orang baru, dan tanpa sadar dapet ilmu-ilmu
yang sebelumnya sama sekali di luar radar aku. Sebagai ibu yang kesehariannya
lebih banyak di rumah, dunia ini kadang bisa terasa kecil sekali. Tapi lewat
komunitas, dunia itu jadi terasa luas lagi, walau aku sendiri ya masih stay di
rumah aja. Dan setiap kali ketemu hal baru, ada aja dorongan untuk menulis,
sekadar untuk merapikan apa yang ada dalam pikiran.
Aku juga suka berusaha stay connect dengan
teman-teman baru yang aku temui. Entah dari komunitas atau dari mana saja. Karena
dari mereka, aku jadi bisa "ikut merasakan" dunia yang mereka jalani,
dari sudut pandang mereka sendiri. Dari teman yang aku kenal lewat kegiatan
relawan, aku jadi tahu ada banyak aktivitas volunteer lain yang belum
pernah aku coba. Atau dari teman-teman yang aku kenal pas ikut trip ke luar
negeri, aku jadi ikutan "jalan-jalan" lewat story dan foto-foto
mereka. Hal-hal kecil seperti itu diam-diam suka “nyantol” di kepala, terus
jadi bahan renungan yang akhirnya menjadi bahan tulisan.
Ada juga kebiasaan mendengarkan radio pagi, terutama Gen FM
sama Jak FM. Penyiar-penyiarnya oke banget. Suka berceloteh ke sana kemari, menyambungkan
satu topik ke topik lain yang relate. Dari situ, tanpa sadar wawasanku ikut bertambah,
padahal aku jarang sekali kemana-mana. Kadang satu obrolan ringan di radio bisa
jadi pemicu buat berfikir lebih jauh soal sesuatu, dan ujung-ujungnya jadi ingin
menulis.
Anyway, namanya juga masih belajar ya. Masih pemula sekali
kalau dalam urusan tulis menulis, dan blog ini lebih ke tempat aku menuangkan
keresahan-keresahan pribadi. Tapi lewat tulisan ini, aku cuma ingin mengingatkan
diri sendiri, kalau bahan tulisan itu sebenarnya sudah cukup banyak, tinggal
PR-nya sekarang bagaimana caranya supaya catatan-catatan itu gak keburu basi
sebelum sempat dituliskan.
Pelan-pelan lebih rajin nulis, sesegera mungkin, selagi
momennya masih hangat. Semangat buat diri sendiri, dan semangat juga buat
Readers yang mungkin lagi punya catatan-catatan yang menumpuk juga 🤍
