Sunday, July 5, 2026

Alasan Aku Harus Terus Nulis (Catatan Untuk Diri Sendiri)

Hello Readers,

Beberapa minggu belakangan ini aku jadi semakin sering membuat catatan kecil di handphone untuk ide menulis. Saking banyaknya hal yang bermunculan dan ingin dibahas di blog. Mulai dari urusan anak yang mulai remaja, urusan tugas dan deadline yang berkejaran. Sampai urusan bertetangga. Rasanya jadi Ibu-ibu itu urusannya tidak ada habisnya ya.

Sesekali mencoba bersantai dengan melihat-lihat postingan di sosial media. Tapi seringnya justru membuat pikiran semakin ruwet, melihat segala gebrakan dan ke-asbun-an para pejabat yang semakin hari semakin bertambah. . Kalau ini sepertinya bukan masalah Ibu-ibu ya. Tapi masalah semua WNI.

Nah, saking numpuknya catatan-catatan kecil itu, jadi kepikiran juga untuk coba refleksi sendiri untuk memperbaiki rutinitas menulisku. Karena sampai saat ini, banyak sekali catatan yang akhirnya hanya berakhir sebagai catatan saja. Ada beberapa topik yang urung dibahas, karena belum sempat tertulis di blog, tapi momen untuk membahasnya sudah terlewat.

Padahal kalau dipikir-pikir lagi, sumber idenya sendiri sebenarnya tidak pernah kurang. Justru menurutku, masalahnya bukan di kehabisan bahan, tapi lebih ke bagaimana caranya supaya apa yang sudah menumpuk di catatan itu, tidak berhenti cuma jadi catatan. Salah satu sumber ide yang paling sering muncul, ya dari ikut komunitas-komunitas sesuai minatku. Dari situ, aku jadi banyak ketemu orang-orang baru, dan tanpa sadar dapet ilmu-ilmu yang sebelumnya sama sekali di luar radar aku. Sebagai ibu yang kesehariannya lebih banyak di rumah, dunia ini kadang bisa terasa kecil sekali. Tapi lewat komunitas, dunia itu jadi terasa luas lagi, walau aku sendiri ya masih stay di rumah aja. Dan setiap kali ketemu hal baru, ada aja dorongan untuk menulis, sekadar untuk merapikan apa yang ada dalam pikiran.

Aku juga suka berusaha stay connect dengan teman-teman baru yang aku temui. Entah dari komunitas atau dari mana saja. Karena dari mereka, aku jadi bisa "ikut merasakan" dunia yang mereka jalani, dari sudut pandang mereka sendiri. Dari teman yang aku kenal lewat kegiatan relawan, aku jadi tahu ada banyak aktivitas volunteer lain yang belum pernah aku coba. Atau dari teman-teman yang aku kenal pas ikut trip ke luar negeri, aku jadi ikutan "jalan-jalan" lewat story dan foto-foto mereka. Hal-hal kecil seperti itu diam-diam suka “nyantol” di kepala, terus jadi bahan renungan yang akhirnya menjadi bahan tulisan.

Ada juga kebiasaan mendengarkan radio pagi, terutama Gen FM sama Jak FM. Penyiar-penyiarnya oke banget. Suka berceloteh ke sana kemari, menyambungkan satu topik ke topik lain yang relate. Dari situ, tanpa sadar wawasanku ikut bertambah, padahal aku jarang sekali kemana-mana. Kadang satu obrolan ringan di radio bisa jadi pemicu buat berfikir lebih jauh soal sesuatu, dan ujung-ujungnya jadi ingin menulis.

Anyway, namanya juga masih belajar ya. Masih pemula sekali kalau dalam urusan tulis menulis, dan blog ini lebih ke tempat aku menuangkan keresahan-keresahan pribadi. Tapi lewat tulisan ini, aku cuma ingin mengingatkan diri sendiri, kalau bahan tulisan itu sebenarnya sudah cukup banyak, tinggal PR-nya sekarang bagaimana caranya supaya catatan-catatan itu gak keburu basi sebelum sempat dituliskan.

Pelan-pelan lebih rajin nulis, sesegera mungkin, selagi momennya masih hangat. Semangat buat diri sendiri, dan semangat juga buat Readers yang mungkin lagi punya catatan-catatan yang menumpuk juga 🤍

No comments:

Post a Comment