Hello Readers,
Aku mau cerita tentang satu serial yang
baru selesai aku tonton. Judulnya Mothers of Penguins. Serial keluaran tahun 2024.
Sekarang ini masih available untuk ditonton di Netflix. Serialnya pendek, hanya
enam episode saja, dan termasuknya cukup ringan karena alurnya enak untuk diikuti.
Serial asal Polandia ini
menceritakan seputar kehidupan seorang petarung MMA Wanita terkenal bernama Kama
(Masza Wagrocka) yang harus menghadapi realitas baru saat psikolog menyatakan anak
laki-lakinya, Jaz, yang berusia tujuh tahun memiliki kemungkinan mengidap autis,
setelah dikeluarkan dari sekolah reguler karena menyerang teman sekolahnya. Psikolog
menyarankannya untuk memindahkan Jaz ke sekolah inklusi bernama “Wonderful
Harbor”.
Di sekolah tersebut, Jaz masuk ke
kelas “Penguin”. Kelas khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kama, yang
selama ini merasa Jaz adalah anak yang normal dan cerdas karena sudah bisa
membaca sejak usia dini, awalnya merasa sekolah itu bukan tempat yang tepat
untuk anaknya. Namun seiring perjalanan waktu, lambat laun Kama menyadari bahwa
anaknya memang berbeda dengan anak normal lainnya, dan akhirnya menerima
diagnosis putranya.
Kama tidak sendirian. Di kelas
Penguin, dia bertemu dengan beberapa Ibu dari anak disabilitas lain yang setiap
harinya berjuang untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan anak-anak mereka. Ada
Ula Wojtal (Barbara Wypych), ibu yang memiliki tiga anak, dan dua di antaranya memiliki
down syndrome. Ula membuat akun Instagram khusus untuk anaknya yang down syndrome,
Tola, dan aktif mendokumentasikan kegiatan Tola disana. Ia memiliki banyak
pengikut di Instagram, seperti hal nya Kama yang memang petarung terkenal. Saat
bertemu Kama dan anaknya, Ula mengajak berfoto bersama dan langsung mempostingnya
di Instagram anaknya. Dalam postingannya, Ia menyebutkan tentang anak Kama yang
autis. Hal ini memicu kehebohan di media, dan mengacaukan konsentrasi Kama yang
sedang dalam tahap persiapan menghadapi pertarungan besar di Las Vegas
mendatang.
Ada juga Tatiana (Magdalena Rozczka),
ibu dari Michal, seorang anak yang mengidap Muscular Dystrophy, yakni penyakit genetik
langka yang menyebabkan Michal harus selalu berada di kursi roda. Setiap
harinya, setelah mengantar Michal ke sekolah, Tatiana tidak pernah pergi dari
sekolah. Ia selalu standby seharian di depan sekolah, berjaga-jaga kalau Michal
butuh ke toilet atau hal lainnya.
Selain Kama, Tatiana dan Ula, ada
juga seorang ayah tunggal Bernama Jerzy (Tomasz Tyndyk). Ayah dari Hela, seorang
anak autis yang sangat hiperaktif dan kerap berlarian kesana kemari hingga
kadang mengganggu teman disabilitas lainnya.
Semua orangtua ini memiliki
tantangan pengasuhan yang berbeda-beda. Namun seiring perjalanan, hubungan mereka
berkembang dari orangtua yang saling tidak peduli, menjadi saling mendukung
satu sama lain, dan akhirnya membentuk kekeluargaan yang solid.
Ada beberapa dialog di series ini yang
cukup deep, terutama dialog dari anak-anaknya. Salah satunya saat Michal berkata
ke Ibunya “Aku selalu takut ibu tidak akan pernah bahagia karena aku lahir”. Judul
serialnya pun memiliki arti yang menarik, yang baru bisa kita pahami setelah
melalui episode-episode akhir.
Serial ini mengajak kita untuk melihat
lebih dekat perjuangan para orangtua anak disabilitas yang sering tidak
terlihat dan mungkin tidak pernah terbayangkan beratnya. Perjuangan melindungi
dan membesarkan anak yang hampir sepenuhnya tergantung kepada mereka. Perjuangan
menghadapi perlakuan orang-orang di sekitar kepada anak mereka. Membuat kita
yang menonton ikut merasakan lelah dan frustasinya menjadi orangtua dari anak-anak
disabilitas ini, sekaligus merasakan kehangatan dan ketulusan dari anak-anak
tersebut.
Dari serial ini, kita bisa lihat
bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bukan sebuah kekurangan melainkan sebuah
dunia yang unik yang penuh dengan empati dan ketulusan. Suatu hal yang sekarang
justru semakin berkurang di dunia “normal”.

No comments:
Post a Comment